Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI)
koleksi gambar google
Pengertian IPA di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau dalam bahasa inggris yakni science di Sekolah Dasar (SD) maupun Madrasah Ibtidaiyah (MI) dirancang sedemikian rupa sesuai tujuan kompetensi dan indikator dasar siswa yang ingin dikembangkan dan diharapkan. Dimana pembelajaran di sekolah dasar haruslah memperhatikan karakteristik usia sekolah dasar dan perkembangan kognitif anak. Karakteristik sekolah dasar berada pada tahap operasi kongkrit sehingga masih memerlukan contoh nyata untuk dapat memahami konsep yang abstrak dan rumit terutama dengan mempraktikkan sendiri konsep yang menjadi pengetahuan baru mereka. Hal ini sesuai dengan acuan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP, 2006: 161) menerangkan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan uyang berupa fakta - fakta, konsep - konsep, atau prinsip - prinsip saja tetapi juga suatu proses penemuan. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar dapat menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pembelajaran langsung melalui pengamatan, diskusi dan penyelidikan serdehana, dimana inti dari pembelajaran IPA di sekolah dasar adalah menumbuhkan sikap ilmiah siswa yang didasari dari pengetahuan/informasi dari guru maupun orang lain, kemudian di identifikasi, dan disimpulkan secara kritis dan aktif untuk membangun pengetahuaan dan membuktikan sendiri kebenaran dari berbagai teori maupun pengetahuan/informasi orang lain.
Selanjutnya menurut Susanto (2013:168) menjelaskan bahwa pembelajaran IPA di sekolah dasar diharapkan dapat menumbuhkan sikap ilmiah seperti seorang ilmiah. Adapun jenis - jenis sikap ilmiah yang dimaksud, seperti sikap ingin tahu, percaya diri, jujur, tidak tergesa - gesa dan objektif terhadap fakta.
Karakteristik IPA di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Jacobson dan Bergman (Susanto, 2013:170) menerangkan berbagai karakteristik dasar IPA, yakni sebagai berikut :
- IPA merupakan kumpulan konsep, prinsip, hukum, dan teori,
- Proses ilmiah dapat berupa fisik dan mental serta mencermati fenomena alam, termasuk juga penerapannya,
- Sikap keteguhan hati, keingintahuan dan ketekunan dalam menyikapi rahasia alam,
- IPA tidak dapat membuktikan semua akan tetapi hanya sebagian atau beberapa saja,
- Kebenaran IPA bersifat subjektif dan bukan kebenaran yang bersifat objektif
Tujuan IPA di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Tujuan mata pelajaran IPA di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006 yakni sebagai berikut :
- Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaan-Nya,
- Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep - konsep IPA yang bermanfaat dan adapat diterapkan dalam kehidupan sehari - hari,
- Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat,
- Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan,
- Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan alam,
- Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan, dan
- Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.
referensi :
Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Standar Isi. Badan Standar Nasional Pendidikan : Jakarta.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006.
Susanto, Ahmad. (2013). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta : Kencana prenada media group.

Post a Comment for "Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI)"