Permainan Sebagai Salah Satu Upaya Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Sekolah Dasar
ilustrasi via kajianpustaka.com
Permainan merupakan salah satu cara meningkatkan kegiatan keterampilan sosial siswa sekolah dasar yang menyajikan instruksi - instruksi tertentu dari keterampilan sosial dalam bentuk permainan. Permainan dapat menjadi sebuah media guru dalam memfasilitasi siswa untuk berkompetisi, berbagi informasi, kerjasama, perhatian, fokus, disiplin terhadap aturan, dan berbagai keterampilan pemecahan masalah lainnya. Permainan juga dapat memotivasi siswa untuk berpartisipasi dalam sebuah kompetisi yang menyenangkan. Menggunakan permainan sebagai media keterampilan sangatlah berguna dimana keterampilan sosial akan dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar konsekuensi atas tindakannya atau peraturan dan tata tertib permainan. Sehingga pada umumnya permainan mendorong siswa untuk tertawa, bercanda ria, dan akan mengurangi kecemasan serta memfasilitasi keterlibatan siswa.
Pada umumnya unsur permainan menyajikan instruksi keterampilan sosial dalam format permainan, meliputi :
- Aspek kesempatan seperti menggambar kartu atau roda berputar,
- Aspek - aspek yang tidak diketahui untuk ditemukan dengan menebak,
- Fitur drama, unsur - unsur kejutan, atau temuan hal - hal baru,
- Materi yang disampaikan dengan cara menyampaikan humor atau kesenenagan,
- Peluang untuk partisipasi aktif dan beberapa jenis kegiatan atau mode respon,
- Batas dan aturan yang terdefinisi,
- Tujuan yang mudah dipahami dan jelas atau tepat sasaran yang melibatkan pembelajaran atau keterampilan tertentu, dan
- Umpan balik langsung tentang hasil tindakan seseorang.
Hampir setiap konten keterampilan sosial dapat divariasikan melalui permainan dari berbagai cara - cara yang sederhana. Misalnya masing - masing siswa memilih keterampilan dari sebuah topik untuk diterapkan di permainan atau tim secara bergiliran dan apabila kalah akan mendapatkan hukuman seperti menyanyikan lagu nasional.
Keterampilan sosial dapat pula diterapkan dalam bentuk format permainan, tapi hubungan antara apa yang dilakukan seperti aspek - aspek yang mendorongk keaktifan siswa perlu dilakukan atau diselipkan di beberapa aturan atau tujuan dari format permainan yang diterapkan. Hal tersebut juga dapat dicapai dengan diskusi setelah menerapkan permainan di mana guru dapat mengidentifikasi, atau menyimpulkan kembali tujuan dan maksud dari media permainan yang diterapkan. Jika maksud dari permainan tersebut memberikan praktik dalam keterampilan tertentu, maka struktur permainan hingga pemberian kesempatan untuk membuat respon siswa dari hasil permainan bukanlah semata - mata kebetulan saja, namun sebagai target capaian tingkah laku yang menjadi tujuan dan maksud dari penerapan media permainan tersebut, dimana capaian tingkah laku seperti adanya menang atau kalah dari respon siswa haruslah berhubungan dengan konsep dari keterampilan sosial. Selanjutnya memastikan partisipasi siswa secara langsung saat berlangsungnya permainan harus dibangun sehingga pemain tidak "keluar" atau berhenti bermain tanpa kesempatan untuk di ulang kembali. Hal ini diharapkan bahwa pembelajaran yang terjadi dalam sebuah permainan atau kompetisi tidak meniru perilaku sukses teman sebelumnya atau kelompok/tim yang menang.
referensi :
Cartledge, Gwendolyn & Millburn, Jo Anne Fellows. (1995). Teaching sosial skills to children and youth. United States of America : Pearson.

Post a Comment for "Permainan Sebagai Salah Satu Upaya Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Sekolah Dasar"