Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KOGNITIFISME (TEORI PSIKOLOGI BELAJAR GESTALT)


Menurut Daleh H. Schunk (2012: 244) teori gestalt merupakan pandangan kognitif awal yang menentang banyak asumsi behaviorisme. Meskipun tidak lagi diterapkan, teori gestalt memberikan prinsip-prinsip penting yang banyak dijumpai dalam konsepsi persepsi dan pembelajaran di zaman ini. Teori ini akan dijelaskan kemudian, diikuti dengan pembahasan mengenai persepsi dari perspektif pengolahan informasi. 

Gerakan Gestalt dimulai dari sebuah kelompok kecil para psikologis di awal abad kedua puluh di Jerman. 
Tokoh-tokoh dalam teori gestalt ini adalah: 


Max Wertheimer (1880-1943)


gambar koleksi google

Max Wertheimer adalah tokoh tertua dari tiga serangkai pendiri aliran psikologi Gestalt. Wertheimer dilahirkan di Praha pada tanggal 15 April 1880. Ia mendapat gelar Ph.D nya di bawah bimbingan Oswald Kulpe. Konsep pentingnya : Phi phenomenon, yaitu bergeraknya objek statis menjadi rangkaian gerakan yang dinamis setelah dimunculkan dalam waktu singkat dan dengan demikian memungkinkan manusia melakukan interpretasi. Weirthmeir menunjuk pada proses interpretasi dari sensasi obyektif yang kita terima. Proses ini terjadi di otak dan sama sekali bukan proses fisik tetapi proses mental sehingga diambil kesimpulan ia menentang pendapat Wundt.

Dale h. Schunk (2012: 244) dalam bukunya mengemukakan bahwa Max Wertheimer menulis sebuah artikel tentang gerakan kasat mata (apparent motion). Artikel ini sangat penting sekali bagi para psikolog Jerman, tetapi tidak memiliki pengaruh di Amerika Serikat di mana gerakan Gestalt belum lagi mulai. 

Wertheimer dianggap sebagai pendiri teori Gestalt setelah dia melakukan eksperimen dengan menggunakan alat yang bernama stroboskop, yaitu alat yang berbentuk kotak dan diberi suatu alat untuk dapat melihat ke dalam kotak itu. Di dalam kotak terdapat dua buah garis yang satu melintang dan yang satu tegak. Kedua gambar tersebut diperlihatkan secara bergantian, dimulai dari garis yang melintang kemudiangaris yang tegak, dan diperlihatkan secara terus menerus. Kesan yang muncul adalah garis tersebut bergerak dari tegak ke melintang. Gerakan ini merupakan gerakan yang semu karena sesungguhnya garis tersebut tidak bergerak melainkan dimunculkan secara bergantian. Pada tahun 1923, Wertheimer mengemukakan hukum-hukum Gestalt dalam bukunya yang berjudul “Investigation of Gestalt Theory”.

Hukum-hukum itu antara lain :

a. Hukum kedekatan (Law of Proximity)
Maksudnya hal-hal yang saling berdekatan dalam waktu atau tempat cenderung dianggap sebagai suatu totalitas.

b. Hukum ketertutupan (Law of closure)
Maksudnya adalah hal-hal yang cenderung menutup akan membentuk kesan totalitas tersendiri.

c. Hukum kesamaan (Law of Equivalence)
Maksudnya adalah hal-hal yang mirip satu sama lain, cenderung kita persepsikan sebagai suatu kelompok atau suatu totalitas.



Sumber: 
Schunk, Dale H. (2012). Learning Theories An Educational Perspective. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
http://ferdonan.wordpress.com/teori-belajar-gestalt/
http://e-psikologi.com/tokoh-psikologi/max-wertheimer

Post a Comment for "KOGNITIFISME (TEORI PSIKOLOGI BELAJAR GESTALT)"