Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Karakteristik Anak Usia SD

    
Menurut Nasution dalam Syaiful Bahri Djamarah, 2008:123, fase usia sekolah dasar adalah masa akhir anak yang berlangsung dari usia 6 tahun hingga kira-kira usia 11 tahun atau 12 tahun. Karakteristik utama siswa sekolah dasar adalah mereka menampilkan perbedaan-perbedaan individual dalam banyak segi dan bidang, diantaranya perbedaan dalam intelegensi, kemampuan dalam kognitif dan bahasa, perkembangan kepribadian dan perkembangan fisik anak.

Sedangkan menurut Piaget (Mulyani Sumantri, 2006:1.15) berpendapat bahwa anak akan mengalami 4 periode perkembangan berfikir, yang berlangsung dari lahir sampai dewasa, periode-periode perkembangan itu adalah :

a. Periode sensori motor
Anak mengalami tahap ini sejak lahir sampai dengan 2 tahun,
karakteristiknya berupa gerakan-gerakan sebagai akibat reaksi langsung. Anak belum menyadari adanya konsep yang tetap.

b. Periode persiapan operasional
Tahap ini dicapai oleh anak yang berumur 2-7 tahun. Pada tahap ini, anak di dalam pikirannya didasarkan pada keputusan yang dapat dilihat seketika. Pada tahap ini juga anak mulai memanipulasi sumber dari benda-benda sekitarnya, namun masih sukar melihat hubungan-hubungan dan mengambil kesimpulan secara konsisten.

c. Periode operasi konkret
Anak akan mencapai tahap ini pada usia 7-11 tahun atau 12 tahun. Pada tahap ini anak dalam berpikirnya menjadi operasional yang ditandai dengan permulaan berpikir matematis-logis dan adanya hubungan-hubungan dengan pengalaman empiris konkret lampau. Namun pengerjaan-pengejaan logis dapat dilakukan dengan berorientasi ke objek-objek atau peristiwa yang langsung dialami. Tahap ini juga anak baru mampu mengingat definisi yang telah ada dan mengungkapkannya kembali, tetapi belum mampu untuk merumuskan sendiri definisi tersebut secara tepat. Anak belum mampu menguasai simbol verbal dan ide-ide abstrak.

d. Periode operasi formal
Pada umumnya tahap ini dicapai anak pada usia 12-13 tahun. Anak pada tahap ini dapat memberikan alasan dengan menggunakan lebih banyak simbol-simbol atau ide dari objek-objek yang berkaitan dengan benda-benda empiris, tetapi menggunakan prosedur hipotesis deduktif serta mampu menggunakan logika seperti “jika-maka”.

Perlu diketahui pula bahwa dalam perkembangan intelektual terjadi proses yang sederhana seperti melihat, menyentuh, menyebut nama benda dan sebagainya, dan adaptasi yaitu suatu rangkaian perubahan yang terjadi pada tiap individu sebagai hasil interaksi dengan dunia sekitarnya.

Menurut Indra (2010 : 4) sesuai dengan tingkatan pendidikannya, karakteristik anak SD dibedakan menjadi 2, yaitu karakteristik anak SD kelas rendah (kelas 1-3 SD) dan kelas tinggi (kelas 4-6 SD).

1) Karakteristik anak usia SD kelas rendah
Beberapa sifat khas anak-anak pada masa ini antara lain :
  • Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan kesehatan pertumbuhan jasmani dan prestasi sekolah. 
  • Adanya sikap yang cenderung untuk mematuhi peraturan-peraturan permainan yang tradisional. 
  • Ada kecenderungan memuji sendiri. 
  • Suka membanding-bandingkan dirinya dengan anak lain, kalau hal itu dirasanya menguntungkan untuk meremehkan anak lain. 
  • Kalau tidak dapat menyelesaikan sesuatu soal, maka soal itu dianggapnya tidak penting.
2) Karakteristik anak usia SD kelas tinggi
Beberapa sifat khas anak-anak pada masa ini adalah sebagai berikut :
  • Adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkrit, hal ini menimbulkan adanya kecenderungan untuk membandingkan pekerjaan-pekerjaan yang praktis. 
  • Sangat realistik, ingin tahu dan ingin belajar. 
  • Menjelang akhir masa ini telah ada minat terhadap hal-hal dan mata pelajaran khusus, yang oleh ahli-ahli yang mengikuti teori faktor ditafsirkan sebagai mulai menonjolnya faktor-faktor. 
  • Sampai kira-kira umur 11 tahun anak membutuhkan guru atau orang-orang dewasa lainnya, untuk menyelesaikan tugasnya dan memenuhi keinginannya. Setelah kira-kira umur 11 tahun pada umumnya anak menghadapi tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha menyelesaikannya sendiri. 
  • Pada masa ini anak memandang nilai (angka rapor) sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi sekolah. 
  • Anak-anak pada masa ini gemar membentuk kelompok sebaya, biasanya untuk dapat bermain bersama-sama. Di dalam permainan ini biasanya anak tidak lagi terikat kepada aturan permainan yang tradisional, mereka membuat peraturan sendiri. 
Berdasarkan uraian di atas, siswa sekolah dasar berada pada periode operasi konkret, pada tahap ini anak mengembangkan pemikiran logis, masing sangat terikat pada fakta-fakta perseptual, artinya anak mampu berfikir logis, tetapi masih terbatas pada obyek-obyek konkret, dan mampu melakukan konservasi.

Daftar Pustaka :
Djamarah, Syaiful Bahri. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Indra. 2010. Memahami Karakteristik Anak dalam Mengatasi Masalah Belajar Murid di Sekolah Dasar.
http://indrapascaunesa.blogspot.com/2010/02/memahami-karakteristik-anak-dalam.html.
Sumantri, Mulyani. 2006. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Universitas Terbuka.