Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perjuangan Budi Si Anak Yatim Menggapai Kesuksesan


Di sebuah kota Amuntai provinsi Kalimantan Selatan, ada seorang anak yang bernama budi seorang anak yatim yang memiliki bentuk tubuh tidak sempurna karena kaki nya harus di amputasi karena kecelakaan yang ia alami semasa SD, dan sekarang budi sudah kelas 3 SMP. Budi adalah seorang anak yang tidak mampu dalam segi perekonomian, ia harus bekerja keras mencari uang untuk biaya sekolahnya dan biaya sekolah adik nya, selain itu budi juga harus membiayai pengobatan ibu nya yang sedang sakit terkena stroke sehingga membuat ibu nya tidak bisa berjalan, budi hanya tinggal bersama ibu dan adik perempuannya yang bernama ara karena ayah nya sudah meninggal dunia.

Bukan hanya harus membiayai sekolahnya sendiri budi juga harus menjadi tulang punggung untuk menghidupi ibu dan adiknya yang masih bersekolah. Tetapi dengan kondisinya yang seperti ini budi tidak pernah pantang menyerah demi membahagiakan ibu dan adiknya, budi rela bekerja membantu orang mengangkat barang belanjaan dari pasar, menjadi ojek payung ketika hujan turun, menjadi pedagang koran keliling, hingga pekerjaan yang lainnya yang bisa ia kerjakan demi mendapatkan uang yang halal, meskipun berjalan harus mengunakan tongkat tidak membuat budi putus asa. Bahkan sepulang sekolah pun budi memilih bekerja terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah karena budi tidak ingin pulang sebelum mendapatkan uang.

Setelah selesai bekerja budi membelikan makanan terlebih dahulu untuk ibu dan adik nya karena ia takut kalo ibu dan adiknya belum makan, selesai membelikan makanan budi pun bergegas pulang ke rumah. Sesampai nya di rumah ia langsung memberikan makanan kepada adiknya dan membantu adiknya menyiapkan makanan tersebut untuk di makan bersama-sama dengan ibunya, selesai membereskan piring bekas makan budi pun langsung mandi dan sholat lalu setelah selesai semua nya budi menyempatkan waktu untuk belajar karena sebentar lagi budi akan menghadapi ujian nasional (UN). Meskipun dengan keterbatasan fisik yang ia alami budi tidak pernah mengeluh sedikit pun meskipun ia merasakan lelah yang begitu luar biasa capek nya harus sekolah, bekerja, dan juga mengurus ibu dan adik nya karena ia yakin semua usaha yang ia lakukan untuk ibu dan adiknya tidak akan pernah sia-sia. Budi selalu bersyukur atas apa yang ia miliki sekarang meskipun terkadang ia merasa iri kepada anak-anak yang memiliki kehidupan yang lebih mampu dalam segi perekonomian di bandingkan dengan nya dan juga memiliki orang tua yang masih lengkap. Tetapi hal itu tidak membuat budi putus asa dalam berusaha, berdoa, dan bertawakal kepada Allah SWT karena budi yakin ia bisa menggapai impian nya dan adik nya meskipun mereka tidak mampu dalam segi perekonomian tapi pasti ada jalan untuk menggapai nya. 

Ketika jam menunjukkan pukul 05:00 budi sudah bangun untuk sholat, mandi, membuatkan makanan untuk ibu dan adik nya dan membersihkan rumah sebelum ia berangkat sekolah. Setelah selesai semuanya jam sudah menunjukkan pukul 06:40 budi dan ara pun siap-siap untuk pergi ke sekolah, sebelum pergi ke sekolah budi dan ara pun berpamitan kepada ibunya dan kebetulan sekolah budi dan ara satu arah jadi mereka selalu berangkat bersama. Hari ini adalah hari terakhir budi ujian nasional (UN), ia berharap usaha yang di lakukan nya berhari-hari ini akan mendapatkan hasil yang memuaskan agar budi bisa mendaftar ke SMA dengan jalur beasiswa atau jalur prestasi karena budi juga tergolong anak yang pintar dalam pelajaran matematika di sekolahnya sehingga ia pernah mengikuti lomba matematika di tingkat nasional mewakili sekolah nya dan menjadi juara 1 dalam perlombaan tersebut.

Hari demi hari pun berlalu budi selalu dengan aktivitasnya setiap hari yang harus bekerja setelah pulang sekolah, mengurus ibu dan adik nya ketika sudah pulang bekerja dan juga belajar agar bisa masuk di SMA yang di impikan. Dan tiba lah hari di mana budi akan melihat hasil ujian nasional (UN), budi terkejut melihat hasil ujian nasionalnya yang sangat memuaskan bahkan nilai yang ia terima pun hampir sempurna di bandingkan dengan teman-teman nya yang lain, budi bersyukur karena usaha dan doa-doa nya satu persatu telah di beri jawaban oleh Allah SWT. Budi pun langsung bergegas pulang untuk memberi tahu kepada ibu dan adiknya kalau dia mendapatkan nilai ujian nasional (UN)  yang sangat bagus. Sesampainya di rumah budi pun langsung memeluk dan berterima kasih kepada ibunya karena berkat doa ibu nyalah ia bisa mendapatkan hasil yang memuaskan seperti sekarang ini, karena kalian lah aku bisa sampai di titik sekarang dan semoga usaha ku untuk masuk di SMA yang ku impikan tercapai (sembaring memeluk ibu dan adik nya). Dan sekarang adalah hari pengumuman masuk atau tidaknya di sekolah yang sudah budi daftar. Ketika nama-nama calon siswa yang di terima di sekolahan tersebut di tempel di mading sekolah budi pun langsung melihatnya. Tak di sangka ternyata usaha budi yang rela begadang demi belajar terbayarkan karena budi di terima di sekolah tersebut.

Budi pun langsung pulang ke rumah dengan wajah yang gembira dan ia terkejut ketika melihat ibu nya tiba-tiba sudah bisa berjalan kembali, betapa bahagianya hati budi karena ibu nya sudah sehat kembali dan bisa masuk di sekolah yang di impikan nya. Sekarang budi masuk ke sekolah barunya yaitu SMA Negeri favorit terbaik di kota nya. Budi mulai berbaur dengan siswa-siswi yang ada di sekolah tersebut dan budi mendapat teman baru meskipun tidak semua teman-teman baru nya menerima budi karena keterbatasan fisiknya, dan hanya beberapa teman saja yang mau berteman dengan budi. Budi di sekolah sering di bully karana keterbatasan fisiknya, sering di remehkan, sering di olok-olok oleh teman-temannya, tetapi budi tetap tidak memperdulikannya, budi tetap semangat menjalankan hidupnya, dia tetap selalu belajar, tetap rendah hati, dan selalu berbuat baik hati dengan orang lain walaupun budi selalu di sakiti.

Budi di sekolah tidak hanya belajar tetapi budi juga sambil mencari uang untuk menambah-nambah lagi penghasilan nya. Budi sering membawa kue buatan ibunya, kue yang di buat ibu budi adalah kue bolu, rasanya sangat enak dan lembut. Budi membawa kue tersebut ke sekolahnya untuk di jual ke teman-teman sekelasnya. Selain itu budi juga bawa kue untuk di titipkan di kantin, selain budi jual kue di sekolah dan menitipkan di kantin, budi juga menitipkan di warung-warung dekat rumahnya. Budi sangatlah orang yang pekerja keras dia mau melakukan hal apa pun agar mendapatkan penghasilan yang halal dan dapat memberi makan kepada adik dan ibu budi. Setelah 6 bulan menjadi siswa SMA kepandaian budi mulai terlihat karena hampir semua mata pelajaran budi selalu mendapat nilai A dan budi akhirnya di kelas 10 mendapat rangking 1. Hari demi hari, waktu demi waktu akhirnya kenaikan kelas . Budi pun sekarang sudah menjadi kelas 12. Di kelas 12 adalah di mana titik siswa SMA akan melaksanakan ujian. Sebelum melaksanakan ujian ini budi bertekat untuk mendapatkan nilai yang bagus karena budi ingin mengejar beasiswa untuk lanjutkan pendidikannya. Budi semakin giat belajar dan berdoa. Di setiap malam pukul 03:00 pagi budi bangun dan segera mengambil wudhu untuk sholat tahajut. Budi selalu berdoa kepada Allah SWT agar bisa mendapatkan nilai terbaik di SMA agar budi mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikan nya yang lebih tinggi. Setelah sholat tahajut budi bezikir dan beristigfar kepada Allah SWT, setelah melakukan zikir dan istigfar, budi melanjukan membaca kitab suci Al Quran sambil menunggu subuh. Setelah sholat subuh budi belajar dan sambil menemani ibu yang pagi-pagi memasak untuk budi dan adiknya. Setelah itu budi dan ara bersiap untuk berangkat sekolah. 

Setiap jam 9 pagi budi selalu meminta izin kepada bapak atau ibu guru yang mengajar untuk izin keluar karena budi ingin melaksakan sholat duha dan budi selalu berdoa agar budi bisa mendapatakan nilai terbaik di SMA agar dapat mengejar beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar bisa mengangkat derajat keluarga nya. Di jam istirahat pun budi pun memanfaatkan waktunya untuk belajar. Akhirnya budi melaksanakan ujian nasional (UN) dan akhirnya ketika di umumkan saat kelulusan nilai budi adalah nilai yang terbaik di sekolah nya dan budi pun mendapat beasiswa kuliah di salah satu kampus terbaik yang ada di INDONESIA. Dan budi sekarang sudah menjadi mahasiswa. Budi masih seperti budi yang dulu, budi yang baik, yang ramah, budi yang pekerja keras. Namun sekarang budi sudah mendapat banyak teman karena budi terkenal dengan anak yang sangat pandai. Namun semua itu tidak membuat Budi sombong atau pemilih dalam berteman.

Sekarang budi tidak lagi seperti dulu, harus menjual atau membawa kue ke sekolah dan menitipkan kue di kantin sekolah, di warung-warung, menjadi ojek payung dan lain-lain. Tetapi Budi sudah bisa mendapat penghasilan dari membantu teman-temannya mengerjakan tugas membuat makalah dan dari situ budi bisa mendapatkan uang hasil dari membantu teman-temannya tersebut.Waktu berjalan, hari demi hari dan akhirnya budi menjelang wisuda dan ternyata budi mendapat nilai terbaik di Kampusnya dan budi juga menjadi mahasiswa dengan nilai yang sempurna bahkan budi sampai mendapat gelar Comluade.

Selain itu budi juga mendapat tawaran dari salah satu perusahaan yang sangat besar di Indonesia dan budi mendapat posisi menjadi manajer. Dan akhirnya budi mengambil posisi yang di tawarkan oleh salah satu perusahaan terbesar di Indonesia tersebut. Setelah budi menjadi manajer satu persatu keinginan nya sudah bisa di capai. Sekarang budi bisa membeli rumah untuk ibu nya dan adik nya dan budi pun juga membeli mobil langsung dengan supir pribadi dan bahkan budi sekarang menjadi orang yang sangat sukses sekali karena usaha dan doa-doa nya sekarang sudah terkabul satu persatu. Sekarang budi tidak lagi di remehkan oleh teman-temannya yang lain karena budi bisa membuktikan dari hasil kerja kerasnya dari kecil sampai sekarang semua itu membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Ibu dan adik nya sangat bangga kepada budi dan bahkan teman-teman budi sendiri pun tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah melihat kehidupan budi yang serba berkecukupan bahkan lebih.

Padahal dulunya budi adalah seorang anak yang dulunya terlahir dari orang yang tidak mampu dalam segi perekonomian bahkan budi adalah seorang yang kurang fisiknya tetapi budi bisa membuktikan bahwa budi bisa menjadi orang yang lebih sukses dari orang lain yang mengolok-ngoloknya. Budi sangat bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah SWT selama ini walaupun budi sudah sangat bekerja keras pontang-panting tulang untuk mencari nafkah untuk menyambung hidup bersama ibu dan adiknya, dan akhirnya sekarang budi menjadi orang yang sangat sukses.

Post a Comment for "Perjuangan Budi Si Anak Yatim Menggapai Kesuksesan"