Model Pembelajaran Children's Learning in Science (CLIS)
ilustrasi sbra.be
Pengertian Children's Learning in Science (CLIS)
Model pembelajaran children's learning in science (CLIS) dikembangkan pertama kali oleh sekelompok organisasi dengan nama children's learning in science yang berasal dari negara Inggris yang dipimpin oleh Driver. Dimana rangkaian setiap fase pada model pembelajaran children's learning in science (CLIS) oleh Driver (1988) diberi nama "general structure of a constructivist teaching sequence", kemudian oleh Tyler (1996) menyebutnya "constructivisme and conceptual change views of learning in science".
Model pembelajaran children's learning in science (CLIS) merupakan salah satu model pembelajaran yang berlandaskan pada teori konstruktivisme dan termasuk model pembelajaran konstruktivistik yang ditandai dengan karateristik model pembelajaran CLIS yakni menggaitkan konsep awal dengan pengalaman yang diperoleh oleh siswa selama proses pembelajaran dikelas sehingga siswa akan memperoleh konsep baru yang memiliki hubungan dengan konsep awal. Model pembelajaran children's learning in science (CLIS) berpusat pada siswa yang diberikan kesempatan merekonstruksikan gagasan baru setelah membandingkan gagasan tersebut dengan hasil percobaan, observasi atau mencermati dari buku teks dan beradaptasi dengan lingkungan sebagai bahan belajar serta mengaplikasikan hasil rekonstruksi gagasan dengan situasi baru.
Selanjutnya Tyler (dalam Sari dkk, 2015:325) menyatakan bahwa model pembelajaran children's learning in science (CLIS) lebih menekankan pada kegiatan siswa untuk menyempurnakan proses pencapaian dalam mendapatkan ide - ide, menyesuaikan dengan ilmu pengetahuan yang ada, memecahkan dan mendiskusikan masalah - masalah yang muncul, sehingga siswa dapat mengemukakan pendapatnya sendiri, sebelum guru memberikan penyempurnaan ide - ide ilmiah, siswa dituntun menuju pembangunan ide baru yang lebih ilmiah.
Langkah - Langkah Model Pembelajaran Children's Learning in Science (CLIS)
Adapun 5 langkah utama dalam model pembelajaran children's learning in science (CLIS) menurut Samatowa (2016:75-76) dalam penerapan konsep IPA :
1. Orientasi (orientation)
Orientasi merupakan upaya guru untuk memusatkan perhatian siswa, menyebutkan dan mempertontonkan suatu fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan sehari - hari yang berkaitan dengan topik yang sedang dipelajari dengan fenome lingkungan.
2. Pemunculan Gagasan (elicitation of ideas)
Pemunculan gagasan merupakan upaya untuk memunculkan konsep awal siswa. Bagi guru tahapan ini merupakan upaya eksplorasi pengetahuan awal siswa.
3. Penyusunan ulang gagasan (restructuring of ideas)
Tahap ini merupakan upaya untuk memperjelas dan mengungkapkan gagasan awal siswa tentang suatu topik secara umum.
4. Penerapan Gagasan (application of ideas)
Pada tahap ini siswa di minta menjawab pertanyaan yang disusun untuk menerapkan konsep ilmiah yang telah dikembangkan siswa melalui percobaab atau observasi kedalam situasi baru, gagasan yang sudah direkonstruksi ini dalam aplikasinya dapat digunakan untuk menganalisis isu dan memecahkan suatu masalah yang ada lingkungan.
5. Mengkaji Ulang Gagasan dan Perubahan Gagasan (review change in ideas)
Konsep yang telah diperoleh siswa perlu diberi umpan balik oleh guru untuk memperkuat pendapat atau konsep ilmiah siswa. Dengan demikian diharapkan siswa yang tadinya masih ada yang tidak konsisten dengan konsep ilmiah menjadi terarah kembali dan sejalan dengan tujuan pembelajaran. Dikesempatan ini juga siswa diberikan kesempatan untuk membandingkan konsep ilmiah yang sudah disusun dengan konsep awal pada tahap akhir.
Kelebihan Model Pembelajaran Children's Learning in Science (CLIS)
- Mendorong siswa untuk mengemukakan pendapat
- Membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran
- Mendorong siswa untuk berpikir ilmiah, logis dan kritis
- Siswa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru
- Membuat siswa lebih semangat dalam belajar dan lebih kreatif
Kelemahan Model Pembelajaran Children's Learning in Science (CLIS)
- Memerlukan alokasi waktu yang lama
- Dibutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung serta memadai
- Bagi siswa yang cenderung pasif akan cenderung kesulitan dalam beradaptasi dikesempatan belajar.
referensi :
Sari, Rate Rusmala dkk. 2015. "model pembelajaran clis (children's learning in science) dengan orientasi melalui gejala fisis dalam pembelajaran IPA-Fisika di SMP". Jurnal pendidikan fisika. Vol 3 no 4. Maret 2015 (324-329).

Post a Comment for "Model Pembelajaran Children's Learning in Science (CLIS)"