Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Keistimewaan Bulan Ramadhan, Pahami dan Raih Keutamaannya!

 


Ramadhan adalah satu bulan penuh yang penuh dengan keistimewaan bagi umat muslim. Di bulan tersebut, umat muslim berlomba-lomba untuk mendapatkan berkah sebanyak-banyaknya agar mendapatkan ridho Allah SWT. Beberapa peristiwa penting juga terjadi pada bulan ramadhan, contohnya seperti bulan diturunkannya Al-Qur’an pada tanggal 17 Ramadhan, dan terdapat pula malam lailaul qadar.

Buat kamu yang belum banyak tahu keistimewaan bulan Ramadhan, berikut kami sajikan beberapa keistimewaan bulan suci Ramadhan dan penjelasannya.

 

1. Bulan penuh berkah

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Kata tersebut sangat benar, karena pada bulan tersebut, Allah SWT. Memberikan kesempatan kepada umat islam untuk mendapatkan berkah sebanyak-banyaknya. Contohnya seperti puasa yang wajib dilakukan satu bulan penuh, pahala yang dilipatgandakan saat melakukan amalan, dan yang lainnya.

Bulan ini juga sering disebut sebagai bulan dimana dibukanya pintu surga da ditutupnya pintu neraka. Artinya adalah pada bulan ini, kesempatan untuk meraih surga dan menjauhi neraka terbuka tinggi. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi berikut ini.

 

إذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

 

Artinya: “Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-­setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan); Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka.” (HR Tirmidzi)

 

2. Bulan diturunkannya Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah kitab suci yang menjadi petunjuk bagi orang-orang yang beriman dalam menempuh jalan kebenaran. Tak heran jika bulan diturunkannya juga diperingati dan dianggap istimewa. Kebetulan sekali, Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan.

Peristiwa ini menjadi bukti nyata kemuliaan bulan suci Ramadhan, yang mana Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk tetap percaya pada petunjuk dalam menempuh jalan kebenaran, yaitu Al-Qur’an.

Firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 185 adalah bukti mengenai pernyataan pada poin ini.

 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

 

Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur”.

 

3. Bulan penuh ampunan

Setiap manusia tak luput dari yang namanya dosa. Karena itulah kodrat kita sebagai manusia biasa yang penuh dengan kekurangan. Meskipun begitu, Allah SWT memberikan kesempatan untuk meminta pengampunan atas dosa-dosa dan menjadi manusia yang lebih baik lagi. Karena itulah, adanya bulan Ramadhan menjadi berkah bagi orang-orang yang penuh dosa untuk minta pengampunan pada Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sholat lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadan ke Ramadan menghapuskan dosa-dosa di antara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim).

Melalui rangkaian puasa, amalan-amalan seperti shalat tarawih, dan do’a untuk meminta pengampunan, diharapkan hal-hal tersebut bisa meringankan dosa yang telah diperbuat. Sebagaimana hadist berikut.

 

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

 

Artinya: “Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau.” (HR Bukhari, Muslim, dan lainnya).

 

Jika serius dalam meminta pengampuanan, kamu bisa berdo’a di bulan Ramadhan pada waktu-waktu mustajabnya do’a. Diantaranya adalah waktu sepertiga malam, ketika adzan berkumandang, ketika berbuka puasa, pada hari jum’at, dan yang lainnya.

 

4. Bulan mustajabnya doa

Keistimewaan selanjutnya adalah do’a yang dipanjatkan pada bulan ini lebih mustajab, dan lebih besar kemungkinannya untuk dikabulkan. Karena itulah, kamu bisa mencoba berdo’a setelah sholat, atau berdo’a pada waktu-waktu mustajab yang telah saya sebutkan sebelumnya. Berikut adalah hadist mengenai mustajabnya do’a di bulan suci Ramadhan.

“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan.”

Orang yang berpuasa sampai buka do’anya mustajab.

 

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

 

Artinya: “Tiga orang yang doanya tidak akan tertolak, yaitu orang yang berpuasa sampai dia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad).

 

Orang yang berdo’a di sepertiga malam do’anya mustajab.

 

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

 

Artinya:”Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia di sepertiga malam yang terakhir. Kemudian Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

5. Bulan yang terdapat malam lailatul qadar

Keistimewaan terakhir bulan Ramadhan adalah adanya malam lailatul qadar. Malam lailatul qadar adalah sebuah malam yang setara dengan 1000 bulan. Betapa istimewanya malam ini, karena orang yang mengerjakan amalan apapun akan setara dengan amalan yang dilakukan selama 1000 bulan. Kebetulan sekali, malam lailatul qadar terjadi pada bulan suci Ramadhan. Mengenai waktunya, silahkan baca saja sabda Rasulullah SAW berikut ini.

 

تَحَرَّوْا وفي رواية : الْتَمِسُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ

 

Artinya: “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan”.

 

Dari hadist di atas, kita tahu bahwa malam lailatul qadar berada diantara tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29 pada bulan Ramadhan. Agar tidak melewatkannya, silahkan i’tikaf saja pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

 

Bulan Ramadhan memang bulan suci yang penuh berkah. Banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan pada bulan ini, entah untuk mendapatkan ampunan, atau mendapatkan ridho Allah SWT. Jadi, silahkan ambil kesempatan ini sebaik-baiknya, karena hanya satu bulan saja setiap tahunnya.

Post a Comment for "5 Keistimewaan Bulan Ramadhan, Pahami dan Raih Keutamaannya!"