Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

10 Amalan Bulan Suci Ramadhan yang Diajarkan Oleh Rasul


Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, yang mana setiap amalan ibadah yang kita lakukan akan dilipatgandakan. Karena itulah, bulan ini menjadi kesempatan bagi sebagian besar umat muslim untuk mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad sebagai berikut.

“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang atau terjauhkan (dari kebaikan).” (HR. Ahmad).

Berikut adalah daftar amalan-amalan yang bisa kamu lakukan saat bulan Ramadhan.

1. Berpuasa

Berpuasa adalah amalan utama yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim pada bulan Ramadhan, mulai dari terbit fajar sampai tenggelamnya matahari. Kewajiban puasa dijelaskan dalam sebuah ayat Al-Qur’an QS. Al-Baqarah ayat 183.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Saat berpuasa, kita dilarang untuk melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan yang lainnya. Dan dianjurkan untuk melakukan hal-hal yang disunahkan untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Untuk hadist mengenai berpuasa, sudah ada terjemahannya pada bagian pembuka.

2. Shalat tarawih

Shalat tarawih adalah amalan sunah yang bisa dilakukan saat bulan Ramadhan. Shalat ini biasanya dilakukan dengan jumlah rakaat genap, biasanya 8 rakaat atau 20 rakaat. Melaksanakan shalat tarawih biasanya dilakukan secara berjamaah setelah shalat isya. Hadits mengenai shalat tarawih diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, dan yang lainnya. Berikut hadistnya.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau.” (HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya).

3. Shalat witir

Selain shalat tarawih, shalat sunah lainnya yang dianjurkan pada bulan Ramadhan adalah shalat witir. Shalat ini biasanya dilaksanakan tepat setelah selesainya shalat tarawih. Jumlah rakaat shalat witir adalah ganjil, dengan minimal 1 rakaat, maksimal 11 rakaat, dan 5 rakaat dinilai yang paling sempurna. Namun, umumnya masyarakat melaksanakan witir dengan 3 rakaat. Berikut adalah hadist mengenai shalat witir.

رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلَاةٍ وَهِيَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ وَهِيَ الْوِتْرُ فَجَعَلَهَا لَكُمْ فِيمَا بَيْنَ الْعِشَاءِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan bagi kalian sebuah sholat yang dia lebih baik bagi kalian daripada unta merah yaitu sholat witir, dan telah menjadikannya berada di antara sholat isya hingga terbit fajar”. (HR. Abu Dawud)

4. I’tikaf di mesjid

I’tikaf berasal dari kata “akafa” yang artinya menetap, mengurung diri atau terhalangi. Sedangkan, secara istilah, i’tikaf bisa diartikan sebagai berdiam diri di mesjid sambil melakukan kegiatan amalan lainnya seperti tadarus Al-Qur’an, berdzikir, dan yang lainnya. Tidur di mesjid juga termasuk i’tikaf, dengan syarat tidak terlalu berlebihan. Dalam hadist, Nabi Muhammad SAW. Melaksanakan i’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Berikut adalah terjemahan hadistnya.

“Bahwa Nabi saw melakukan i’tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat.” [HR. Muslim].

5.  Perbanyak membaca Al-Qur’an

Sudah bukan hal yang umum bahwa bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk membaca Al-Qur’an. Di bulan ini, banyak orang yang membuat jadwal tadarus rutin, bahkan tak sedikit yang khatam Al-Qur’an hanya dalam waktu satu bulan selama bulan Ramadhan. Pahala yang didapatkan juga berlipat ganda daripada bulan lainnya, sebagaimana hadist yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan tersebut dilipatgandakan menjadi sepuluh kalinya.”

6. Memperbanyak sedekah

Sedekah merupakan salah satu bentuk ibadah dengan pahala yang besar, dan juga merupakan kegiatan yang disukai Allah SWT. Lalu, bagaimana jika ibadah ini dilakukan di bulan Ramadhan? Tentu saja pahala yang didapatkan berkali-kali lipat lebih banyak daripada bersedekah di bulan lainnya. Bentuk sedekah yang bisa kamu lakukan adalah dengan memberi uang kepada orang yang membutuhkan, berbagi makanan ke tetangga, menyediakan buka puasa untuk orang lain, dan yang lainnya. Lakukan saja sedekah sebagaimana kamu melakukannya seperti biasa.

7. Makan sahur

Sebelum melakukan ibadah puasa, kita dianjurkan untuk makan sahur terlebih dahulu. Biasanya, sahur dilakukan pada pukul 3-4 dini hari. Makan sahur juga dianjurkan untuk diakhirkan, artinya semakin dekat dengan waktu subuh, maka semakin baik. Adapun, hadist tentang sahur adalah sebagai berikut.

السُّحُورُ أَكْلَةٌ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

“Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur (makan sahur),” (HR Ahmad).

8. Memberi makan orang yang berbuka puasa

Jika kamu punya makanan lebih saat berbuka, ada baiknya untuk menyediakan kelebihan makanan tersebut untuk orang lain berbuka puasa. Balasan untuk orang yang melakukannya adalah akan mendapatkan pahala orang yang diberi makan tersebut, sebagaimana hadist berikut ini.

“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikit pun mengurangi pahalanya,” (HR Tirmidzi).

9. Memperbanyak berdoa

Tidak afdal rasanya jika kita tidak memanfaatkan bulan suci yang penuh berkah untuk berdoa kepada Allah SWT. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Al-Bazaar, “Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan.”

Di bulan Ramadhan, kamu juga berkesempatan untuk bertemu dengan malam lailatul qadar, yang mana bulan tersebut lebih baik daripada 1000 bulan.

10. Zakat fitrah

Amalan terakhir adalah zakat fitrah, yang hukumnya wajib bagi setiap muslim. Informasi mengenai zakat fitrah dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim berikut ini.

”Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Zakat tersebut diperintahkan dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat ‘ied.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Post a Comment for "10 Amalan Bulan Suci Ramadhan yang Diajarkan Oleh Rasul"